Open/Close Menu Ramah perilaku kami, Santun budaya kami, Sungguh-sungguh cara kerja kami

Apa itu hipoksia? Hipoksia adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika tubuh mengalami kekurangan pasokan oksigen. Hal ini dimungkinkan oleh kondisi lainnya yang disebut sebagai hipoksemia, yakni kadar oksigen di dalam darah kurang dari angka yang seharusnya. Dua kondisi ini saling berkaitan, sehingga terkadang penggunaan istilah hipoksia sudah cukup untuk menggambarkan keduanya.

Anda dapat dikatakan mengalami hipoksia apabila kadar oksigen di dalam darah berada di bawah angka 60 mm Hg. Pasalnya, kadar darah di dalam oksigen idealnya berada di angka 75-100 mm Hg. Hipoksia harus segera ditangani, karena jika tidak, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan masalah pada organ-organ tubuh.

Penyebab hipoksia, dapat disebabkan oleh sejumlah faktor, dan berdasarkan faktor penyebab hipoksia tersebut, gangguan kesehatan ini terbagi ke dalam beberapa jenis.

Baca juga: Cara Mengatasi Tenggorokkan Gatal Secara Alami

Berikut adalah jenis hipoksia berdasarkan penyebab yang perlu Anda ketahui, yaitu:

1. Hipoksia Anemik

Kurangnya kapasitas darah yang berdampak pada terganggunya pasokan oksigen menghasilkan jenis hipoksia yang dinamai hipoksia anemik. Penyebab hipoksia ini terjadi apabila:

  • Terkontaminasi racun karbon monoksida (CO)
  • Kekurangan darah (anemia)
  • Penyakit kerusakan sel darah merah (cth: methemoglobinemia)

2. Hipoksia Stagnan

Jenis hipoksia berdasarkan penyebab hipoksia yang selanjutnya adalah hipoksia stagnan. Kondisi yang juga dikenal dengan hipoperfusi ( penurunan aliran darah yang melewati organ atau jaringan tertentu ) ini terjadi oleh karena:

  • Aliran darah dari pembuluh arteri menuju organ terhenti (terjadi pada penderita trombosis arteri atau mengalami luka tembak)
  • Gangguan organ jantung seperti halnya fibrilasi ventrikel dan bradikardi

3. Hipoksia Histotoksik

Masih ingat dengan kasus ‘kopi sianida’ yang sempat menggemparkan publik tanah air beberapa tahun lalu? Seorang wanita tewas setelah menenggak kopi Vietnam yang ternyata sudah dicampur bubuk sianida. Hal ini adalah salah satu contoh dari terjadinya hipoksia histotoksik.

Hipoksia histotoksik adalah jenis hipoksia berdasarkan penyebab hipoksia yakni gangguan pada sel tubuh ketika menggunakan oksigen. Keracunan sianida adalah penyebab mengapa sel tubuh bisa mengalami gangguan tersebut.

4. Hipoksia Hipoksik

Penyebab hipoksia yang satu ini terjadi saat kadar oksigen yang ada di dalam pembuluh arteri mengalami penurunan. Hal ini dimungkinkan oleh sejumlah kondisi, seperti:

  • Penyakit paru-paru (edema paru, asma, sleep apnea, penyakit paru obstruktif kronis, pneumonia, pneumothorax, kanker paru)
  • Berada di tempat minim oksigen (puncak gunung, lokasi kebakaran, dalam air)
  • Penggunaan obat-obatan pemicu henti napas, seperti

Sejumlah faktor risiko juga turut andil dalam menyebabkan seseorang mengalami hipoksia, yaitu:

  • Polusi udara
  • Paparan zat kimia
  • Paparan asap rokok
  • Gangguan organ kardiovaskular dan respirasi

Baca juga: Penyebab, Faktor Risiko serta Tahapan Gejala Cacar Air

Ciri dan Gejala Hipoksia

Hipoksia—atau hipoksemia—dapat dikenali dari sejumlah ciri dan gejala. Beberapa ciri dan gejala hipoksia yang dimaksud meliputi:

  • Peningkatan detak jantung
  • Napas pendek dan terengah-engah
  • Napas berbunyi
  • Leher seperti tercekik
  • Tubuh berkeringat
  • Perubahan warna kulit menjadi merah ceri atau kebiruan (tergantung penyebab hipoksia)
  • Lemas
  • Linglung
  • Gelisah
  • Hilang kesadaran

Ciri dan gejala di atas mungkin saja menjadi pertanda Anda mengalami hipoksia, namun mungkin juga tidak. Segera periksakan diri ke dokter untuk memastikan kondisi Anda tersebut agar bisa dilakukan penanganan medis lebih lanjut.

source: doktersehat.com

Write a comment:

*

Your email address will not be published.

© 2020 - Apotek Semper support by PT. PMI

Telepon Kami       (021) 4400902 , 4403101