Open/Close Menu Ramah perilaku kami, Santun budaya kami, Sungguh-sungguh cara kerja kami

Salah satu masalah kesehatan yang mematikan adalah kanker usus. Kanker ini cenderung tidak menyebabkan gejala kesehatan yang jelas sehingga baru bisa dideteksi saat kondisinya sudah sangat parah. Hal ini membuatnya sulit untuk diobati sehingga bisa meningkatkan risiko terkena kematian dini. Untuk itu, cobalah makan makanan pencegah kanker usus. Makanan apa saja yang harus dikonsumsi? Baca terus untuk mendapatkan jawabannya.

Salah satu perubahan gaya hidup yang bisa kita jalani demi membantu mencegah datangnya kanker usus adalah mengonsumsi beberapa jenis makanan yang dapat menurunkan risiko kanker ini.

Berikut adalah berbagai makanan yang dapat mencegah kanker usus:

1. Susu dan Produk Turunannya

Susu tak hanya baik bagi kesehatan tulang, rutin minum susu dan berbagai jenis produk turunannya seperti yoghurt ternyata juga bisa menurunkan risiko kanker usus dengan signifikan. Hal ini disebabkan oleh adanya kandungan kalsium tinggi di dalamnya.

Sebagai informasi, kanker usus biasanya berawal dari sel-sel kanker yang tidak ganas. Sayangnya, sel-sel ini membentuk polip yang akhirnya bisa menyebabkan datangnya kanker usus. Dengan rutin mengonsumsi susu yang tinggi kalsium, perkembangan sel-sel tidak normal ini bisa dilawan.

2. Sayur dan Buah-Buahan

Sudah menjadi rahasia umum jika sayuran dan buah-buahan adalah makanan yang paling baik bagi kesehatan tubuh kita. Hal ini disebabkan oleh kandungan fitokimia yang bisa menghambat perkembangan kanker dan melawan peradangan yang muncul di dalam tubuh.

Telah banyak penelitian yang membuktikan bahwa diet tinggi sayur dan buah-buahan bisa menurunkan risiko kanker usus dengan signifikan. Sayuran dan buah yang direkomendasikan adalah yang masih segar, bukannya yang kalengan atau jus kemasan.

Beberapa jenis sayur dan buah yang paling direkomendasikan untuk mencegah datangnya kanker ini adalah brokoli, bayam, asparagus, dan jeruk.

3. Ikan

Ternyata ikan bisa dijadikan makanan pencegah kanker usus.

Ikan dikenal jauh lebih sehat dibandingkan dengan daging merah (daging sapi). Hal ini karena adanya kandungan asam lemak omega 3 yang tinggi di dalamnya. Kandungan inilah yang bisa mencegah datangnya kanker usus.

Namun, pakar kesehatan menyarankan kita untuk menghindari ikan laut yang tinggi kandungan merkuri, seperti ikan hiu, tilefishswordfish (todak), dan lain-lain.

4. Makanan Sumber Asam Folat

Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan Harvard University, dihasilkan fakta bahwa rutin mengonsumsi makanan tinggi folat bisa menurunkan risiko terkena kanker usus hingga 52 persen. Hal ini diperoleh setelah mengecek gaya hidup sekitar 89 partisipan berjenis kelamin wanita.

Makanan pencegah kanker usus yang mengandung folat adalah jeruk dan sayur berdaun hijau, terutama bayam dan buncis. Jika kita mengonsumsi satu cangkir sayur bayam atau buncis, maka kita sudah mengonsumsi 100 sampai 150 mikrogram asam folat. Jika mengonsumsi satu buah jeruk, kita sudah mengonsumsi 50 mikrogram asam folat. Makanan lain yang bisa menyediakan nutrisi ini adalah kacang-kacangan.

5. Polong-polongan

Kacang dari keluarga polong-polongan seperti kacang kapri polong, kacang merah, edamame, dan kacang polong lainnya, mengandung banyak flavonoid yang dapat mencegah tumor tumbuh, serta antioksidan tertentu yang dapat membantu melindungi Anda dari kanker usus besar. Cobalah mengganti salah satu lauk Anda yang dengan kacang hitam, atau membuat sup kacang.

6. Gandum Utuh

Makanan Ini dikemas dengan nutrisi dan merupakan sumber magnesium dan serat yang baik untuk mencegah kanker. Nutrisi ini membuat pergerakan feses lancar dalam saluran pencernaan dan ini dapat mendorong senyawa penyebab kanker di usus besar. Cobalah makan gandum utuh sebanyak 90 gram setiap hari, oatmeal, roti gandum, dan beras merah adalah pilihan yang tepat.

7. Makanan yang Mengandung Quercetin

Dalam tes laboratorium, para ilmuwan telah menunjukkan bahwa quercetin dapat membantu menghentikan pertumbuhan kanker usus besar. Terlebih lagi, sebuah penelitian berbasis populasi pada 2010 terhadap 672 orang menemukan bahwa makan makanan yang mengandung quercetin dapat mengurangi risiko kanker usus besar. Quercetin secara alami ditemukan dalam makanan, seperti apel, bawang, dan beri.

8. Makanan Sumber Vitamin D

Menurut sebuah penelitian pada tahun 2010, kadar vitamin D yang tinggi dalam darah terkait dengan risiko kanker usus yang lebih rendah. Peneliti menganalisis data pada 1.248 orang dengan kanker kolorektal dan orang sehat dengan jumlah yang sama. Para peneliti menentukan bahwa mereka yang memiliki vitamin D yang tinggi memiliki risiko kanker usus besar berkurang hingga 40 persen dibandingkan dengan mereka yang memiliki kadar vitamin D di tingkat terendah.

Makanan pencegah kanker usus yang mengandung vitamin D adalah kuning telur, salmon, udang, tuna, jamur, minyak hati ikan kod, dan makanan yang diperkaya (susu sapi, susu kedelai, jus jeruk, sereal dan oatmeal)

9. Teh Putih dan Hijau

Teh putih dapat membantu menghambat pertumbuhan crypts yang menyimpang (cikal bakal kanker usus besar). Begitu pun dengan teh hijau yang dapat melawan kanker usus besar. Teh hijau telah diuji dalam penelitian berbasis hewan dan penelitian tabung reaksi.

Manfaat Ini khusus untuk kedua jenis teh, karena data ilmiah yang tersedia belum cukup untuk menyimpulkan bahwa semua jenis teh dapat mencegah kanker usus besar pada manusia.

10. Bawang Merah dan Bawang Putih

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Asia Pacific Journal of Clinical Oncology, ditemukan bahwa makan bawang merah, bawang putih, atau daun bawang sebanyak 50 gram dapat mengurangi risiko kanker usus besar.

Penelitian ini telah melibatkan 833 penderita kanker kolorektal dan 833 orang yang sehat berdasarkan usia, jenis kelamin dan tempat tinggal. Selain itu, informasi diet dan demografis mereka juga dikumpulkan melalui kuesioner frekuensi makanan yang divalidasi.

Hasilnya, kemungkinan terkena kanker kolorektal sekitar 79 persen lebih rendah pada orang dewasa yang mengonsumsi bawang dalam jumlah tinggi dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi jumlah sedikit.

source: doktersehat.com

Write a comment:

*

Your email address will not be published.

© 2020 - Apotek Semper support by PT. PMI

Telepon Kami       (021) 4400902 , 4403101